Sabtu, 02 Februari 2013

Kerbau "Check In" Bandara Internasional Lombok


 Kerbau Check In BIL !



Bandara merupakan tempat yang identik dengan manusia yang melakukan penerbangan menggunakan pesawat. Lantas apa yang dilakukan kerbau –kerbau di Bandara Internasional Lombok ? Sedikit mengherankan memang jika kita melihat pemandangan yang terjadi di Bandara Internasional yang berada di Desa Tanak Awu ini.
Jika dibanding dengan bandara – bandara pada umumnya, Bandara Internasional Lombok ini sedikit berbeda. Mungkin ini dikarenakan oleh masyarakat di sekitar bandara ini masih terbilang primitive. Sebagian besar penduduknya merupakan kaum peternak. “Bandara Internasional bukan
berarti masyarakat disekitar bandara merupakan masyarakat internasional, “ terang Sumarto, Pelaksana Muda Angkasa Pura.
“yang membedakan bandara itu internasional atau tidak adalah adanya perbedaan rute penerbangannya,“ lanjutnya.
Mengingat Sumber Daya Manusia (SDM) masyarakat setempat yang terbilang masih terbelakang, menjadikan staff – staff Angkasa Pura sedikit memberi celah kesempatan pada penduduk sekitar. Bukan berarti staff – staff Angkasa Pura Bandara Internasional Lombok ini sama sekali masyarakat sekitar panen, peternak dapat membawa hewan – hewan ternaknya merumput disawah – sawah. Namun jika musim tanam padi seperti saat ini, tak ada pilihan lain bagi mereka. Ini merupakan satu – satunya lapangan rumput.
“kalau bandara ini sudah dibangun secara keseluruhan, dengan sendirinya kami akan pergi,” kata seorang peternak yang kami temui. Mereka mengaku sudah cukup bosan mendengar peringatan yang dilakukan pihak Bandara. Sampai saat ini, yang menjadi satu – satunya tanggapan mereka adalah “bangun dulu secepatnya bandara ini, baru kami pergi.” Memang tidak mudah bagi peternak – peternak disana dalam menerima kenyataan  ini. Bertahun – tahun mereka menjadikan tempat ini sebagai habitat ternak – ternak mereka. “kalau ada tempat lain, ya kita cari tempat lain. Tapi
.
memberikan kebebasan pada pemilik ternak. Upaya – upaya telah banyak dilakukan. Peringatan kepada pemilik ternak sudah terbilang sering. Ini berlandas pada UU No. 1 Tahun 2009 yakni, “memasuki kawasan bandara tanpa izin merupakan pelanggaran hukum.”

Sejauh ini peringatan yang diberikan masih lembut, ini bermaksud untuk menghindari pembentrokan masyarakat disekitar BIL. Selain dengan memberikan peringatan secara langsung, staff – staff Angkasa Pura juga melakukan pelatihan berwirausaha kepada masyarakat sekitar, seperti mengadakan pelatihan tat arias dan menjahit. Ini tidak lain bermaksud untuk meningkatkan kualitas masyarakat.  “diharapkan masyarakat juga bisa merasakan perkembangan hidup dengan adanya bandara internasional ini,” tukas penyelenggara Angkasa Pura angkatan 2011 ini.
Sebesar apapun yang dilakukan pihak Bandara Internasional Lombok tersebut, tentu membutuhkan dukungan dari masyarakat setempat. Dan ini bukanlah hal yang mudah. Mengingat sebelum dibangunnya bandara ini, peternak dibebaskan merumput disini sejak zamannya Soeharto. Mungkin pada saat masa setelah sayangnya semua tanah disini sekarang  sedang ditanami padi,” jawab bapak Suhanan dengan logat pujutnya.
Jika sudah begini, pihak bandara kembalipada focus “Internasional” mereka. Menjadikan Bandara Internasional Lombok ini menjadi pertemuan roda – roda antara Taxi, Bus, Mobil, Pesawat antardaerah dan Negara serta sepeda motor. Dimana tujuan utamanya adalah melakukan pengiriman barang maupun penerbangan seseorang yang berskala Internasional. Yang penerbangannya mencapai seluruh dunia. Masalah kerbau – kerbau tersebut, pihak bandara menyakini semua butuh proses. Selama penerbangan tidak terganggu dan pengunjung belum ada yang komplin, kerbau – kerbau tersebut masih bisa Check – In di Bandara Internasional Lombok, walau papan peringatan bertuliskan “TERNAK DILARANG MASUK” yang berdiri dengan gagahnya.
Judul: Kerbau "Check In" Bandara Internasional Lombok
Rating: 100% based on 99998 ratings. 5 user reviews.
Ditulis Oleh elyadicblogspot.com

Terimakasih atas kunjungan Sobat beserta kesediaannya membaca artikel ini. Dimohon untuk dukungan dan partisipasinya untuk memajukan blog ini.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar